Rabu, Oktober 28, 2026
HARGA IKLAN
Beranda Berita Empat Tahun Terbentuk, PP NTT Didorong Beralih dari Simbol ke Karya Nyata...

Empat Tahun Terbentuk, PP NTT Didorong Beralih dari Simbol ke Karya Nyata yang Dirasakan Masyarakat

0
6

KOMPAS.SBS, KUPANG, NTT – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 menjadi refleksi penting bagi keluarga besar Pemuda Pancasila (PP) Nusa Tenggara Timur (NTT). Hampir empat tahun perjalanan organisasi di NTT, struktur dan kepengurusan telah terbentuk, namun kini saatnya beralih dari sekadar struktur menuju gerakan nyata.

Hal tersebut disampaikan dalam refleksi berjudul “Dari Struktur Menuju Gebrakan: Refleksi Perjalanan Pemuda Pancasila NTT, Saatnya Bangkit dan Membuktikan Diri” yang ditulis Petrus Tengko.

  • “Organisasi bukan sekadar tentang siapa yang menjabat, tetapi tentang apa yang diperbuat dan manfaat apa yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Petrus Tengko dalam tulisannya, Selasa (28/10/2026).

Menurutnya, organisasi besar tidak diukur dari banyaknya nama dalam kepengurusan, megahnya atribut, atau kuatnya simbol, melainkan dari karya nyata, keberanian mengambil peran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kita tentu tidak ingin Pemuda Pancasila di NTT hanya dikenal karena seragam dan struktur organisasinya. Kita ingin organisasi ini hadir dengan gagasan, bergerak dengan tindakan, dan berdiri dengan kontribusi,” tegasnya.

Petrus menekankan, sudah saatnya setiap pengurus menerjemahkan tanggung jawab organisasi menjadi program yang terukur, kegiatan yang berkelanjutan, dan aksi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari kepedulian sosial, pemberdayaan pemuda, kegiatan kemanusiaan, penguatan nilai-nilai Pancasila, hingga kontribusi bagi pembangunan daerah.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak menunggu besar dan sempurna untuk bergerak. Gebrakan besar, kata dia, dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten, kepedulian yang tulus, dan keberanian untuk berbenah.

“Jangan biarkan waktu berjalan sementara organisasi hanya sibuk dengan urusan internal. Jangan biarkan semangat yang pernah menyala perlahan redup karena kurangnya aksi,” tulisnya.

Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, ia mengajak seluruh kader dan pengurus PP se-NTT untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan visi, dan membangun solidaritas.

“Kita membutuhkan kepemimpinan yang berani menggerakkan, pengurus yang mau bekerja, kader yang siap mengabdi, serta program yang tidak berhenti pada rapat dan wacana,” tambahnya.

Ia berharap ke depan, Pemuda Pancasila di NTT tidak hanya hadir dalam catatan administrasi, tetapi tercatat dalam perjalanan pengabdian kepada masyarakat.

“Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang tidak pernah menghadapi kekurangan, melainkan organisasi yang berani mengakui kekurangan, bersedia berbenah, dan mampu bangkit untuk melakukan perubahan,” tutupnya.

Refleksi tersebut ditutup dengan ajakan: PEMUDA PANCASILA NTT: SAATNYA BERGERAK, SAATNYA BERKARYA, SAATNYA MEMBUKTIKAN DIRI.