KOMPAS.RED, KUPANG – Calon Kepala Desa Baumata, Nikodemus Amtaran, menegaskan kesiapannya menghadirkan wajah baru Desa Baumata jika terpilih dalam kontestasi Pilkades November 2026. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Niko Amtaran saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (29/10/2026).
Menurut Niko, Desa Baumata ibarat gadis cantik namun tidak didandani, sehingga kecantikannya tidak tampak. Ditambah lagi, ada banyak “luka” yang membuat wajah desa tampak muram.
“Di luar sana mungkin banyak orang menceritakan tentang Baumata yang indah, penuh pesona, dan banyak potensinya. Itu benar. Namun ketika mereka datang ke desa ini, mungkin banyak juga yang kecewa karena ternyata keadaan Desa Baumata tidak seperti yang mereka bayangkan. Dan hal ini juga yang dikeluhkan warga dalam pertemuan-pertemuan kami,” beber Calon Kades nomor urut 5 ini.
Ia menyebut mulai dari persoalan administratif, infrastruktur, hingga Pendapatan Asli Desa (PADes) masih memiliki banyak catatan yang harus diperbaiki. Catatan-catatan itulah yang ia maksud sebagai “luka”. Karena alasan itulah ia menjawab IYA saat masyarakat di dusunnya mendorong maju di Pilkades 2026.
“Saya cukup memahami kondisi Desa Baumata karena selain sudah lama menjadi warga desa ini, saya pernah menjadi Ketua RT bahkan anggota BPD selama dua periode. Kalau jujur, memang ada banyak persoalan di desa ini yang harus diselesaikan. Karena kegelisahan itulah saya bersedia maju ketika didorong masyarakat,” ungkapnya.
Visi Baumata MAS
Ditanya soal visi-misi, Niko mengatakan visinya adalah Baumata Maju, Adil, Sejahtera, Unggul, dan Berbudaya. Dari visi itu lahir tagline Baumata MAS (Maju, Adil, dan Sejahtera). Visi ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk kerja nyata bersama masyarakat.
Untuk mewujudkannya, ada dua fokus prioritas selain beberapa misi yang telah disiapkan.
“Jika saya dipercayakan masyarakat, ada dua hal yang menjadi prioritas yakni Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Peningkatan PADes Berbasis Potensi Ekonomi Lokal,” tegasnya.
Dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan efisien, pelayanan publik akan berjalan baik. Roda pemerintahan di tingkat desa akan berputar lancar hingga sampai pada tujuan, yakni kesejahteraan seluruh masyarakat.
Karena itu, Niko berkomitmen pelayanan kepada masyarakat harus cepat maksimal 15 menit selesai, ramah, dan bebas pungli. Pengelolaan Dana Desa, ADD, dan PADes juga akan dilakukan secara transparan melalui papan informasi, baliho di tiap dusun, WhatsApp Grup, dan Website Desa.
Terkait peningkatan PADes berbasis potensi ekonomi lokal, menurut dia Desa Baumata memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Jika terpilih, bersama warga ia berkomitmen memanfaatkan seluruh potensi untuk peningkatan PADes.
“Saya sudah coba menghitung, jika seluruh potensi yang ada kita manfaatkan, kita bisa mendapatkan PADes lebih dari Rp500 juta setiap tahun. Dan itu angka yang realistis,” imbuhnya.
Menurut dia, dengan pengelolaan pemerintahan yang baik dan meningkatnya PADes, maka wajah desa pasti akan berubah.
“Menjadi kepala desa di masa sekarang ini memang tidak mudah. Dana desa dipangkas sangat besar. Karena itu dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk bisa meningkatkan pendapatan di desa. Tanpa kreativitas maka jangan berharap wajah desa akan berubah,” tandasnya.


