ROTE NDAO | KOMPAS.RED – Upaya Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui lobi anggaran kepada pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil. Kabupaten Rote Ndao memperoleh alokasi dana bencana sebesar Rp7,5 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepastian alokasi anggaran tersebut diperoleh melalui penandatanganan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Berita Acara (BA) pada Ksmis (05/11/2026). Rote Ndao menjadi salah satu dari empat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memperoleh dukungan anggaran tersebut.
Dana sebesar Rp7,5 miliar itu direncanakan untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana, meliputi bendungan, embung, serta saluran irigasi. Pemerintah pusat dijadwalkan mencairkan dana tersebut pada Desember 2026.
Perjuangan mendapatkan anggaran ini telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada pengurangan belanja hingga ratusan miliar rupiah, Bupati Paulus Henuk terus mengupayakan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui BNPB.
Bagi masyarakat Rote Ndao, anggaran tersebut memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan infrastruktur pengairan. Bendungan, embung, dan saluran irigasi merupakan fasilitas yang menunjang ketersediaan air serta aktivitas pertanian masyarakat.
Karena itu, alokasi Rp7,5 miliar ini diharapkan tidak hanya menjadi keberhasilan dalam memperoleh dukungan anggaran, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan.
Masyarakat kini menantikan realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut. Ketepatan sasaran, transparansi penggunaan anggaran, serta kualitas pekerjaan menjadi hal penting agar dana yang diperjuangkan benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat.
Perjuangan menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah pusat akhirnya memperoleh hasil. Tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran tersebut diwujudkan menjadi pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Rote Ndao.

