Kab. Sintang __ Proyek rabat beton di Jalan Pertanian, RT 01, Dusun Tembawan Siri, Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, jadi omongan masyarakat. Pasalnya baru kemarin sore dibangun kondisi fisiknya sudah berantakan.
” Badan jalan banyak yang terkelupas. pasirnya juga tampak muncul kepermukaan. Kabid Perkim yang diharapkan terjun kelapangan sebagai tanggung jawab tugas, justru tidak pernah kami lihat, ” terang warga sekitar.
Kalau tanggung jawab Kadis dan Kabid cuma sebatas tanya lewat telpon, sindirnya, pekerjaan apapun tetap berantakan. Rasanya percuma duit APBD dikeluarkan, hanya untuk itu-itu saja dan balik lagi kesitu.
” Bayangkan nilai paketnya Rp. 179 juta rupiah, kalau 10 pekerjaan semuanya seperti itu, berarti anggaran propinsi yang terkuras percuma sebesar Rp. 1 Miliar 700 juta rupiah. Ini mesti menjadi atensi Gubernur maupun DPRD Kalbar, ” ungkapnya.
Ia juga menyinggung soal professional kerjaan CV. IZZU Mahakaya Akbar, selaku pelaksana, yang dinilai jauh dibawah standar. ” Masak belum berapa Lama, badan jalan rabat beton tersebut sudah tidak karuan, apanya yang professional, ” sindirnya.
Ada sekian faktor yang menyebabkan ini semua terjadi, sambung warga tadi. Pertama peran Kadis Lemah, mayoritas kerjaan dihandle oleh Kabid. Kemudian minimnya bentuk pengawasan atau ada pemain di internal dinas. Terakhir terlalu banyak material yang dikurangi.
” Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Jimmie Hustika Saputra ST.MT Selaku Kuasa pengguna anggaran, bukan orang baru diproyek. Ia lebih mahir dari Kadis. Makanya kami berharap pihak Kejaksaan dan Polda Kalbar harus melakukan penyelidikan terhadap semua proyek Dinas Perkim Propinsi, ” pintanya.
Ia berharap Kepala Daerah tidak sembarangan menempatkan Kadis maupun Kabid di Dinas. Jangan asal tunjuk dan demi kepentingan pribadi lantas bisa seenaknya mendudukan seseorang, meskipun itu hak prerogatif Gubernur. Butuh seleksi ketat agar pembangunan berkembang, inovatif dan tidak Monoton seperti yang terjadi sekarang.(007/Danil.A)

