*SUBANG HARUS TERKENAL DARI EKRAFNYA, UNGKAP BUPATI DI HADAPAN WAKIL MENTERI KEBUDAYAAN*
*JAKARTA* – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menjadi pembicara dalam Gelaran Indonesia Creative Connect 2026 (Leaders Talk-Inovasi dan Regenerasi Pemimpin Muda), pada Minggu (25/10/2026) di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.
Acara yang dilaksanakan berkat kolaborasi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut dibuka secara langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya dan diikuti oleh berbagai Kota/ Kabupaten dari seluruh Indonesia.
Dalam acara yang mengusung tema “Connecting Cities, Empowering People, Creating Impact” tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi, menekankan pentingnya data dalam pembangunan ekonomi kreatif, dan Kementerian Ekonomi Kreatif telah menyiapkan 8 Program Unggulan atau Asta Ekraf, yaitu:
1. Penguatan Data Ekonomi Kreatif;
2. Sinergi Heksaheliks;
3. Pengembangan Infrastruktur;
4. Penguatan Kekayaan Intelektual (KI);
5. Penguatan Regulasi dan Kelembagaan;
6. Pengembangan Talenta;
7. Fasilitasi Pendanaan;
8. Peningkatan Pangsa Pasar Domestik dan Global.
Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey yang hadir sebagai narasumber, menceritakan kemajuan Ekonomi Kreatif Subang, salah satunya adalah dengan diselenggarakannya SubangFest setiap bulan.
Kang Rey yang merupakan inisiator SubangFest, menginginkan SubangFest mampu menjadi identitas Subang selain sebagai lumbung pangan dan daerah industri.
“Kita punya laut dengan Pelabuhan Patimban, zona tengah dengan kuliner, zona atas dengan Tangkuban Parahu dan pemandian air panas, juga lumbung padi nomor 3 nasional. Selain industri dan lumbung padi, Saya ingin Subang dikenal menjadi Kota kreatif,” tegasnya
Ia menuturkan dalam sekali penyelenggaraan SubangFest, terdapat setidaknya 3 sektor utama yang terangkat mulai seniman lokal, perputaran UMKM, dan hiburan bagi masyarakat.
“UMKM yang terdaftar, perputaran uangnya bisa 350 juta, belum pedagang kali lima. _Manpower_nya anak-anak muda Subang untuk seniman Subang,” jelasnya
Kang Rey yang mengaku tidak asing dengan dunia _event_ menambahkan strategi pemasaran wisata dan budaya harus dilakukan melalui pendekatan yang tidak monoton, salah satunya melalui festival.
Ia ingin wisata dan ekonomi kreatif Subang menjadi satu kesatuan.
“Pariwisata tanpa festival, omong kosong, makanya Saya ingin wisata dan ekraf jadi satu kesatuan utuh di Kabupaten Subang,” tegasnya
Kang Rey menggarisbawahi, SubangFest adalah panggung bagi seniman lokal dan menjadikan bintang tamu sebagai bonus bagi masyarakat.
Meski demikian, animo masyarakat tetap tinggi, terlihat dari penuhnya gelaran SubangFest selama ini, yang menjadi salah satu tanda kebangkitan ekonomi kreatif Kabupaten Subang.
“Biasanya di akhir bulan, dan tidak mengumumkan artis yang tampil. Subang Insha Allah, mulai hari ini bisa terkenal karena punya industri kreatif.” Tutup Kang Rey mengakhiri paparannya.
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom., yang menyimak secara langsung paparan dari Kang Rey, mengaku tertarik dengan konsep penyelenggaraan SubangFest dan “menantang” SubangFest untuk mengundang Wakil Menteri Kebudayaan untuk bernyanyi di SubangFest.
“Wakil Menteri Kebudayaan boleh nyanyi di SubangFest?” ujarnya
Ia mengajak seluruh elemen untuk ikut melestarikan kebudayaan, karena bahan bakar utama ekonomi kreatif adalah keragaman budaya yang dimiliki Indonesia.
“Pemerintah tanpa pelaku ekraf dan masyarakat bagaimana kita akan melestarikan kebudayaan Indonesia? Ekraf butuh bahan baku dan bahan baku terbesar ekraf indonesia adalah kebudayaan kita.”
Turut hadir dalam acara tersebut Jajaran ICCN, para Kepala Daerah yang hadir, Kadisparpora Kabupaten Subang, serta tamu undangan lainnya. (***).
