Kab. Sintang __ Baru seumur jagung, kini Jalan Pertanian, RT 01, Dusun Tembawan Siri, Desa Jerora Satu, Kecamata Sintang, kondisi fisiknya sudah berantakan. Badan jalan tampak mengelupas dan tumpukan pasir mulai bertimbulan.
Masyarakat menilai paket segede Rp. 179 juta rupiah milik Dinas Perkim Propinsi Kalbar yang digarap oleh CV. IZZU Mahakaya Akbar, awal pelaksanaannya terlalu banyak melakukan manipulasi material sehingga membuat hasil bangunannya begitu rapuh.
” Bayangkan belum lama dibangun, fasilitas lalu lintas tersebut sudah terkelupas dan penuh dengan tumpukan pasir. Ini kelihatan kalau pelaksanaan awalnya menyimpang dari acuan tennis dan tidak mencerminkan unsur kualitas, ” ujar warga Kabupaten Sintang.
Ia mengatakan lemotnya bentuk pengawasan oleh Dinas Perkim Propinsi menjadi faktor penyebab rusaknya hasil kerjaan. Mestinya Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Jimmie Hustika Saputra ST.MT Selaku Kuasa pengguna Anggaran, rutin melakukan control lapangan tidak cuma lewat HP semata.
” Kabid itu harus teliti dalam mengimplementasikan tugas pengawasan sehingga tidak mudah dibohongi pelaksana. Kalau tanggung jawab lapangannya cuma sebatas telpon, sampai kapanpun proyek jalan rabat beton yang dikucurkan APBD Propinsi tetap hancur, ” tegasnya.
Warga tadi meminta Kepala Daerah mengevaluasi kembali semua paket jalan rabat beton yang tersebar di Kalbar. Agar duit APBD tidak terbuang percuma sekaligus menghindari praktek kolusi dan pembangunan yang asal-asalan.(007/Danil.A)

